Waste Water Treatment Indonesia

Waste Water Ttreatment Indonesia (WWTI)

Sebagai salah satu perusahaan waste water treatment indonesia
kami memiliki beberapa proyek dengan keunggulan masing masing sebagai contoh berikut :
1. proses sederhana dan biaya operasi yang rendah.

2. Jumlah besar air limbah dapat diolah.

3. Produk dapat dihitung secara akurat berdasarkan berat.

4. Metode presipitasi kimia mengubah logam berat dalam keadaan terlarut menjadi senyawa logam berat yang tidak larut dalam air.

5. Curah hujan fisik, oksidasi kimia, dan oksidasi biologis digunakan untuk mengolah air limbah, untuk mengurangi polusi, dan mendaur ulang air limbah.

Pengendapan kimia adalah metode yang paling klasik dan efektif dalam industri peleburan logam non-ferrous, sistem perawatan dapat diterapkan untuk industri metalurgi, industri pelapisan logam, industri pertambangan, industri petrokimia, industri coking. Itu dapat mengolah air limbah yang mengandung logam berat seperti tembaga, nikel, kromium dan kadmium.

Root zone adalah metode pembuangan yang digunakan untuk menangani limbah cair yang berasal dari saluran pembuangan kamar mandi dan dapur. Limbah cair melewati tangki sedimentasi terlebih dahulu, dan disaring menggunakan proses yang berbeda. Setelah itu, air yang ditinggalkan cukup murni untuk dilepaskan ke alam atau dipindahkan ke instalasi pengolahan air untuk didaur ulang. Ini adalah salah satu metode pembuangan limbah cair yang lebih kompleks, tetapi sangat efektif. Kerugian: tidak selalu merupakan opsi yang tersedia, dan mahal untuk mengatur sistem zona akar.

Waste-Water-Treatment-Indonesia

Metode yang digunakan Waste Water Treatment Indonesia untuk memisahkan limbah cair tidak berbahaya. Limbah cair ditinggalkan di bak sedimen dan segala kontaminan mudah dibuang. Air yang tersisa di cekungan disaring dan diolah sesuai kebutuhan, dan limbah padat dikirim ke tempat pembuangan sampah. Dewatering adalah metode lain yang digunakan ketika limbah cair tidak berbahaya. Dengan ini, cairan dipompa ke dalam kantong besar, dan airnya dibuang. Limbah padat yang tertinggal dibuang ke TPA, seperti dengan metode sedimentasi. Kelemahan: kedua metode ini memerlukan perencanaan, desain, operasi, dan perizinan yang tepat untuk memastikan metode tersebut dilakukan dengan benar. Membuang limbah padat yang tertinggal bisa mahal tergantung jumlahnya.

Waste-Water-Treatment-Indonesia-adalah-perusahaan-epc-sewage-pengolahan-limbah