Water Treatment Plant Jakarta No.1

Water-Treatment-Plant-JakartaNo.1

Water treatment plant jakarta


Suatu hari manusia mengalami kelangkaan air tawar karena kekurangan. Apalagi dengan meningkatnya laju industrialisasi dan populasi, sumber air tawar semakin tercemar dari hari ke hari. kami menyediakan solusi jangka panjang untuk pengolahan air limbah. Berbagai pabrik pengolahan limbah diproduksi menggunakan teknologi terbaru dan ditampilkan dengan praktik yang ramah pengguna. Instalasi pengolahan ini bekerja pada proses perawatan aerobik atau anaerobik. Pabrik pengolahan limbah tersedia dalam berbagai spesifikasi dan dapat disesuaikan sesuai dengan deskripsi detail yang diberikan oleh klien. Kami menggunakan teknologi canggih seperti MBBR, SBR, SAFF untuk mengolah air limbah dengan biaya lebih murah dengan perawatan rendah. Air yang diolah dapat digunakan untuk berbagai aplikasi seperti berkebun, menyiram, irigasi, dan menara pendingin.

Melalui proses proses terpadu sebagai berikut :

1. Sedimentasi dan Pengeringan
Metode yang digunakan untuk memisahkan air dari limbah padat menjadi limbah cair tidak berbahaya. Limbah cair ditinggalkan di bak sedimen dan segala kontaminan mudah dibuang. Air yang tersisa di cekungan disaring dan diolah sesuai kebutuhan, dan limbah padat dikirim ke tempat pembuangan sampah. Dewatering adalah metode lain yang digunakan ketika limbah cair tidak berbahaya. Dengan ini, cairan dipompa ke dalam kantong besar, dan airnya dibuang. Limbah padat yang tertinggal dibuang ke TPA, seperti dengan metode sedimentasi. Kelemahan: kedua metode ini memerlukan perencanaan, desain, operasi, dan perizinan yang tepat untuk memastikan metode tersebut dilakukan dengan benar. Membuang limbah padat yang tertinggal bisa mahal tergantung jumlahnya.

2. Insinerasi
Limbah cair berbahaya sebaiknya dibuang menggunakan insinerasi. Panas dihasilkan oleh beberapa tungku perapian atau tungku tidur terfluidisasi. Ini akan membuang limbah berbahaya seperti asam, bahan bekas, terak, tailing batu, minyak, dan bahan kimia lainnya. Setiap air yang tertinggal jernih dan bebas dari kontaminan. | Kelemahan: insinerator mahal untuk dibangun dan dioperasikan, dan memiliki kebutuhan energi yang tinggi. Insinerator membutuhkan perawatan yang berkesinambungan dan tenaga ahli yang terampil. Bisa juga ada produk bau dan limbah yang tidak sedap dipandang.

Read More